Bank Jambi Buka Layanan Terbatas di Akhir Pekan, Prioritaskan Penggantian Kartu ATM
– Menjelang akhir pekan pertama April, PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menerapkan kebijakan layanan operasional terbatas guna menjawab kebutuhan nasabah yang sulit mengakses layanan pada hari kerja.
Melalui kebijakan ini, Bank Jambi tetap membuka pelayanan pada Sabtu, 4 April 2026, sebagai bentuk komitmen dalam memberikan kemudahan akses perbankan secara langsung.
Langkah ini juga menjadi upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi nasabah.
Dalam pengumuman resminya, Bank Jambi memastikan bahwa seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu di wilayah Provinsi Jambi tetap beroperasi secara serentak. Dengan demikian, nasabah dapat mengakses layanan di lokasi terdekat tanpa kendala.
Adapun jam operasional yang diberlakukan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Waktu pelayanan selama enam jam tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan transaksi yang bersifat mendesak, khususnya yang memerlukan kehadiran langsung nasabah.
Fokus utama layanan akhir pekan ini adalah pada kebutuhan esensial, terutama penggantian kartu ATM (debit) serta perubahan PIN. Kedua layanan ini diprioritaskan mengingat pentingnya aspek keamanan dalam penggunaan kartu sebagai sarana utama transaksi mandiri.
Manajemen juga mengimbau nasabah yang mengalami kendala pada kartu ATM agar memanfaatkan kesempatan ini. Dengan datang langsung ke kantor cabang, nasabah dapat menyelesaikan masalah teknis tanpa harus menunggu hari kerja berikutnya yang biasanya lebih padat.
Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi layanan di tengah proses pembenahan sistem internal.
“Layanan pergantian kartu ATM dan perubahan PIN kami prioritaskan seiring dengan kembali aktifnya mesin ATM di seluruh kantor cabang. Ini juga bertujuan untuk mengurangi antrean di dalam kantor, sehingga transaksi tunai ke depan bisa lebih banyak dilakukan secara mandiri melalui ATM,” ujarnya, Jumat (03/04/2026).
Sementara itu, terkait layanan digital seperti mobile banking, Bank Jambi masih menunggu hasil proses penilaian keamanan siber dari Bank Indonesia. Proses ini dilakukan secara menyeluruh dengan standar ketat guna memastikan sistem benar-benar aman sebelum dioperasikan kembali.
Zulfikar menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru membuka kembali layanan digital tanpa jaminan keamanan maksimal.
“Kami bertanggung jawab memastikan seluruh sistem aman, agar risiko gangguan atau serangan siber tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Dengan penerapan layanan terbatas ini, Bank Jambi optimistis dapat menjaga kualitas pelayanan tetap optimal sekaligus mengurangi kepadatan antrean di hari kerja.
Langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nasabah secara lebih efisien dengan tetap mengedepankan standar keamanan tinggi.

