Diduga Dilintasi Excavator, Jalan Aspal di Simpang Mersam Rusak, Kadis PUTR Batang Hari Minta Warga Bantu Jaga Aset Daerah

Kondisi jalan aspal di kawasan Simpang Mersam mengalami kerusakan setelah diduga dilintasi alat berat Excavator (doc.warga)

– Ruas jalan beraspal di kawasan Simpang Mersam, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari mengalami kerusakan setelah diduga dilintasi alat berat tanpa pengamanan yang semestinya. Kerusakan tersebut terjadi pada bagian jalan sepanjang kurang lebih 30 meter.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat serta jalur distribusi hasil perkebunan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari, Ajrisa Windra mengatakan kerusakan jalan diduga disebabkan oleh alat berat jenis excavator yang berjalan langsung di atas permukaan aspal tanpa menggunakan pelindung.

“Kerusakan jalan di Simpang Mersam ini diperkirakan sepanjang kurang lebih 30 meter. Diduga disebabkan oleh alat berat excavator yang berjalan langsung di atas aspal,” ujar Windra.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu alat berat memang diperbolehkan melintas di jalan umum. Namun, proses pemindahan alat berat tetap harus mengikuti prosedur agar tidak merusak infrastruktur jalan yang telah dibangun pemerintah.

Menurutnya, pemindahan alat berat seperti excavator seharusnya menggunakan kendaraan pengangkut khusus seperti trado. Jika terpaksa harus berjalan sendiri atau rolling, maka perlu dipasang pelindung pada bagian track alat berat.

“Kalau alat berat seperti excavator dipindahkan, seharusnya menggunakan trado. Jika harus rolling, minimal diberi pelindung seperti bantalan ban pada tapak track-nya agar tidak merusak permukaan aspal,” jelasnya.

Selain menyoroti aktivitas alat berat, Windra juga mengingatkan para pengendara yang mengangkut hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan komoditas lainnya agar tidak membawa muatan melebihi kapasitas kendaraan.

Ia menegaskan bahwa kendaraan dengan tonase berlebih dapat mempercepat kerusakan jalan serta mengurangi daya tahan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat yang membawa hasil kebun seperti sawit dan komoditas lainnya agar tidak melebihi tonase kendaraan. Jika muatan terlalu berat, jalan akan cepat rusak dan ketahanannya berkurang,” katanya.

Windra menambahkan bahwa jalan yang dibangun pemerintah merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama oleh masyarakat. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawatnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga seluruh aset milik daerah agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Pemkab sangat membutuhkan kesadaran dan dukungan masyarakat untuk menjaga seluruh aset pemerintah daerah. Jika aset ini dijaga bersama, manfaatnya tentu akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat bertahan lebih lama serta terus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Batang Hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *