Fitch Ratings Naikkan Peringkat Bank Jambi ke A+(idn), Bukti Fundamental Keuangan Kian Solid

Fitch Ratings Indonesia resmi meningkatkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Jambi menjadi A+(idn)

WIBNews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) kembali menorehkan prestasi di industri perbankan nasional.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings Indonesia resmi meningkatkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Jambi menjadi A+(idn) dari sebelumnya A(idn).

Bersamaan dengan peningkatan tersebut, Fitch juga menetapkan Outlook Stabil, yang mencerminkan keyakinan terhadap prospek kinerja Bank Jambi ke depan.

Pengumuman tersebut disampaikan Fitch Ratings Indonesia pada Kamis (16/7/2026). Kenaikan peringkat ini menjadi pengakuan atas kemampuan Bank Jambi dalam mempertahankan kondisi keuangan yang sehat, didukung pengelolaan risiko yang baik di tengah dinamika industri perbankan.

Dalam laporan pemeringkatannya, Fitch menilai Bank Jambi memiliki profitabilitas yang kuat serta kualitas aset yang tetap terjaga. Capaian tersebut dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah bank domestik lain dengan karakteristik dan skala usaha yang sebanding.

Fitch menjelaskan bahwa peringkat nasional kategori A menunjukkan tingkat risiko gagal bayar yang rendah dibandingkan dengan emiten maupun instrumen utang lain di pasar Indonesia. Sementara peningkatan menjadi A+(idn) mencerminkan penguatan profil kredit Bank Jambi.

Salah satu faktor utama yang mendukung kenaikan peringkat adalah kuatnya profil kredit mandiri (standalone credit profile) Bank Jambi.

Model bisnis yang berfokus pada pembiayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pelaku usaha lokal dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan profitabilitas.

Saat ini sekitar 85 persen portofolio kredit Bank Jambi berasal dari kredit konsumsi berbasis gaji ASN. Skema pemotongan gaji secara langsung yang dipadukan dengan perlindungan asuransi kredit dinilai efektif menjaga risiko pembiayaan tetap rendah.

Dari sisi kualitas aset, Bank Jambi juga menunjukkan performa yang positif. Hingga akhir Maret 2026, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,5 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berada di angka 3,2 persen.

Fitch juga menyoroti strategi Bank Jambi dalam memperkuat struktur pendanaan melalui optimalisasi penghimpunan dana ritel dan pengelolaan dana operasional pemerintah daerah maupun BUMN.

Langkah tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas likuiditas meski industri perbankan diperkirakan menghadapi tekanan likuiditas.

Selain itu, tingkat permodalan Bank Jambi dinilai berada pada level yang sangat kuat. Hingga Maret 2026, rasio Common Equity Tier 1 (CET1) mencapai 43,6 persen, jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang sebesar 23,9 persen.

Terkait insiden siber yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, Fitch menilai dampaknya terhadap profitabilitas hanya bersifat sementara. Lembaga pemeringkat tersebut memproyeksikan kinerja Bank Jambi akan kembali pulih dan tumbuh mulai tahun 2027.

Fitch juga menyebut peluang peningkatan peringkat di masa mendatang masih terbuka. Hal itu dapat dicapai apabila Bank Jambi berhasil memperluas diversifikasi bisnis, sekaligus mempertahankan kualitas aset, profitabilitas, serta stabilitas kinerja keuangannya.

Dengan raihan A+(idn) dan Outlook Stabil, Bank Jambi semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah dengan fundamental yang kokoh.

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi nasabah, investor, pemerintah daerah, maupun para pemangku kepentingan terhadap prospek pertumbuhan Bank Jambi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *