Nasabah Mengeluh, Layanan M-Banking Bank Jambi Masih Bermasalah Usai Diretas, Desak Perbaikan Segera
– Pasca insiden peretasan sistem layanan digital Bank Jambi pada Minggu, 22 Februari 2026, hingga kini sejumlah nasabah masih mengaku kesulitan mengakses layanan M-Banking. Bahkan, sebagian di antaranya menyebut layanan tersebut belum bisa digunakan sama sekali.
Kekecewaan nasabah mencuat di media sosial, salah satunya terlihat dalam kolom komentar akun Instagram @jambisharing. Unggahan pada Selasa, 14 April 2026 itu awalnya membahas perkembangan pembangunan Gedung Kantor Cabang Utama (KCU) di kawasan Simpang 4 BI, Telanaipura, Kota Jambi.
Namun, alih-alih menanggapi pembangunan tersebut, warganet justru meluapkan keluhan terkait buruknya layanan digital Bank Jambi. Mereka menilai fasilitas fisik yang megah tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diberikan.
“Megah gedungnya tidak semaksimal pelayanannya,” tulis salah satu pengguna.
Komentar lain juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem digital sebelum fokus pada pembangunan infrastruktur. “M-bankingnya, keamanan dan pelayanannya saja dulu yang dibenahi,” tulis pengguna lainnya.
Tak sedikit pula nasabah yang mempertanyakan kapan layanan M-Banking dapat kembali normal. Bahkan, beberapa di antaranya secara langsung menandai akun resmi Bank Jambi untuk meminta kejelasan.
Meski keluhan terus bermunculan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Bank Jambi terkait perkembangan perbaikan layanan digital tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak bank juga belum membuahkan hasil.
Sebagai informasi, peretasan yang terjadi pada Februari 2026 lalu berdampak besar, dengan sekitar 6.000 rekening nasabah terdampak dan total kerugian mencapai Rp143 miliar.
Pihak Bank Jambi telah melaporkan kasus ini ke Polda Jambi serta menjanjikan penggantian kerugian secara penuh. Selain itu, sekitar 100.000 nasabah juga diimbau untuk segera mengganti kartu ATM demi keamanan.***

