Pererat Tali Persaudaraan, Zuwanda Gelar Jamuan Silaturahmi Milad Bertema “Bahagia Bersama”

Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan di acara Jamuan Silaturahmi Bahagia Bersama Zuwanda

–  Dalam rangka memperingati Milad (hari ulang tahun) pribadinya yang ke-47, tokoh otomotif Jambi, Zuwanda menggelar acara bertajuk “Jamuan Silaturahmi: Bahagia Bersama”, pada pada Minggu (18/1/2026),  di Tamana Kerinci, BW Luxury Hotel Jambi.

Kegiatan berlangsung hangat, dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta rekan-rekan dari berbagai komunitas organisasi.

Acara ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum penting bagi Zuwanda untuk menekankan nilai-nilai ibadah sosial di tengah kesibukan berorganisasi.

Silaturahmi sebagai Ibadah Sosial

Dalam wawancara di sela-sela acara, Zuwanda menjelaskan bahwa konsep “Bahagia Bersama” berakar dari ajaran Islam tentang pentingnya menyambung tali persaudaraan.

“Silaturahmi adalah tindakan nyata mempererat kasih sayang dengan keluarga dan sesama. Ini adalah ajaran penting untuk menjemput keberkahan dunia dan akhirat,” ujar Zuwanda.

Ia menambahkan bahwa kegiatan komunitas—baik itu kopi darat (kopdar), arisan, touring, hingga bantuan sosial (bansos)—adalah wujud implementasi nyata dari ibadah sosial.

Menurutnya, berkomunikasi dengan cara menghormati dan menghargai orang lain merupakan langkah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menuju Akhir Masa Bakti di TLCI dan IOF

Momen milad tahun ini terasa spesial sekaligus krusial bagi Zuwanda. Sebagai sosok yang dipercaya menakhodai dua organisasi besar di bidang otomotif dan off-road, yakni Toyota Land Cruiser Indonesia (TLCI) dan Indonesia Off-Road Federation (IOF), ia menyadari bahwa tahun 2026 merupakan tahun transisi.

“Mengingat masa kepengurusan TLCI dan IOF akan berakhir pada tahun 2026 ini, acara hari ini sengaja dikemas dalam bentuk Jamuan Silaturahmi. Kami ingin memastikan semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota tetap terjaga hingga akhir masa jabatan,” ungkapnya.

Terkait tantangan dalam memimpin organisasi kendaraan 4×4 tersebut, Zuwanda berpesan agar seluruh pengurus dan anggota menyikapi setiap perbedaan pendapat dengan kepala dingin.

“Dinamika dalam kelompok atau organisasi itu hal yang wajar. Itu adalah bagian dari proses pendewasaan kita. Mari kita sikapi segala dinamika dengan bijaksana dan penuh kesabaran demi menjaga keharmonisan komunitas yang kita cintai,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempertegas komitmen seluruh tamu yang hadir untuk terus menjaga kerukunan sosial dan menjauhkan diri dari perpecahan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *