Viral Video Penjarahan Logistik Pasca Banjir, Wagub Sumut Minta Warga Bersabar

Menyoroti insiden oknum warga yang menjarah minimarket di tengah bencana banjir-longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut). (Instagram.com@agus.fadliii)

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, memberikan tanggapan terkait viralnya aksi sejumlah warga di Sibolga yang mengambil barang dari sebuah minimarket setelah wilayah tersebut dilanda banjir dan tanah longsor. Bencana itu memaksa banyak warga mengungsi dan memicu kesulitan akses logistik.

Surya mengimbau masyarakat untuk tetap sabar dan tenang sambil menunggu distribusi bantuan. Ia memastikan bahwa pemerintah dan berbagai pihak terkait tengah mengupayakan penyaluran logistik secara merata. Namun, distribusi disebut masih terhambat kondisi jalur darat yang rusak akibat banjir dan longsor.

“Masyarakat tetap bersabar dan prihatin karena ini musibah. Pemerintah sudah hadir untuk masyarakat,” kata Surya saat berada di Posko Bencana Alam, Medan, Minggu (30/11/2025).
“Mohon bersabar dan tetap tenang, mudah-mudahan bantuan bisa segera tersalurkan,” lanjutnya.

Upaya Mencari Jalur Alternatif Penyaluran Bantuan

Surya menyebut bahwa stok logistik sejauh ini sudah mencukupi. Tantangan utamanya adalah akses menuju lokasi terdampak. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mencari rute alternatif untuk memastikan bantuan dapat diterima warga.

“Logistik dari pemerintah pusat maupun provinsi cukup. Hanya saja distribusinya belum bisa sampai ke lokasi,” ujar Surya.
“Kami dari Sumut mencoba jalur arah Subulussalam, Aceh, karena jalur normal tidak dapat dilalui.”

Ia juga menambahkan bahwa beberapa titik lokasi masih terkendala sinyal komunikasi, sehingga koordinasi penyaluran bantuan tidak dapat berlangsung secara maksimal.

BNPB: Warga Mengambil Makanan, Tidak Merusak Minimarket

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan klarifikasi mengenai insiden viral tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi warga Sibolga bukan berupa penjarahan destruktif.

“Kemarin sore sempat viral adanya upaya mengambil logistik,” kata Suharyanto dalam konferensi pers di Tapanuli Utara.
“Itu mereka mengambil bahan makanan. Tidak ada aksi perusakan seperti memecahkan kaca atau merusak fasilitas.”

Menurutnya, warga bertindak karena khawatir pasokan makanan semakin terbatas akibat terisolirnya wilayah terdampak.
“Mereka mungkin cemas karena akses tertutup dan bahan makanan terbatas,” jelasnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan warga yang terdampak banjir memasuki minimarket di pinggir jalan Sibolga. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @agus.fadlii pada Sabtu (29/11/2025), dengan keterangan “Penjarahan di Sibolga-Tapteng 29/11.”

Dalam rekaman terlihat warga mengambil berbagai kebutuhan pokok seperti beras, makanan, minyak goreng, dan air mineral.

Hingga kini, masyarakat Sibolga masih menunggu distribusi bantuan logistik yang tertunda akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *