Pasca Banjir, 5 Titik Semburan Gas Misterius Muncul di Nagan Raya: Warga Dilarang Menyalakan Api
– Sebuah fenomena alam yang mengkhawatirkan muncul di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh menyusul surutnya banjir besar pada akhir November 2025 lalu.
Setidaknya ditemukan lima titik semburan gelembung gas yang keluar dari balik endapan lumpur sisa banjir.
Fenomena ini memicu kecemasan warga setempat lantaran gas tersebut terbukti sangat mudah terbakar.
Jika sumber api didekatkan ke titik semburan, api seketika membesar, menandakan adanya kandungan gas alam yang cukup kuat.
Pemkab Nagan Raya Terjunkan Tim Identifikasi
Menanggapi video penemuan gas yang viral di media sosial TikTok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya bergerak cepat dengan mengirimkan tim ahli ke lokasi untuk pemantauan langsung.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, mengonfirmasi bahwa aktivitas gas tersebut sebenarnya sudah terpantau sejak banjir bandang pertama menerjang pada 26 November 2025.
“Hingga 3 Januari 2026, kami mencatat masih ada aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi di Desa Gunong Cut,” ujar Zulkifli mengutip laman resmi Pemkab Nagan Raya, Minggu (4/1/2026).
Langkah Pengamanan: Area Dipasang Garis Polisi
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau ledakan, otoritas setempat telah melakukan langkah-langkah sterilisasi di area terdampak :
- Pemasangan Police Line: Warga dilarang keras melintasi garis polisi yang telah dipasang di sekitar titik semburan.
- Larangan Menyalakan Api: Warga diimbau untuk tidak merokok atau membawa pemantik api di radius berbahaya.
- Pemantauan Berkala: Aparatur desa bersama unsur terkait terus memonitor perkembangan debit semburan gas.
Menunggu Hasil Kajian Dinas ESDM
Guna memastikan jenis kandungan gas dan tingkat bahayanya bagi lingkungan, Pemkab Nagan Raya kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.
Kajian teknis akan segera dilakukan untuk menentukan apakah fenomena ini merupakan kebocoran gas alam murni atau dampak geologis lainnya.
Selama hasil kajian resmi belum keluar, warga diminta untuk tetap tenang namun waspada dan sepenuhnya mematuhi arahan aparat di lapangan.***

