Terjerat Pinjol Belasan Juta Rupiah, Karyawan SPPG Tulungagung Ditemukan Gantung Diri

WIBNEWS.COM – Pria berinisial FYP (20) ditemukan tewas gantung diri di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Jawa Timur pada Selasa (15/9/2026).

Peristiwa terjadi di rumahnya, dan FYP sempat melakukan panggilan video dengan kekasihnya untuk meminta izin melakukan tindakan terseby.

Menurut saksi yang merupakan rekannya, FYP memang terjerat hutang pinjaman online (pinjol) yang harus diangsur dalam jangka waktu mingguan.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang mengatakan peristiwa ini terjadi siang hari dan ditemukan saksi.

“Sekitar pukul 11.05 WIB saksi sampai dan segera mendobrak pintu rumah. Saksi melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” terangnya.

Pihak Polres Tulungagung, AKP Kasianto, juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik melalui hasil visum.

Dari hasil introgasi orang-orang terdekatnya, korban diduga mengalami depresi kuat akibat pinjol. Menurut keterangan saksi, korban menanggung beban angsuran pinjol yang relatif besar, yakni mencapai Rp15 juta per minggu.

“Kekasih korban sempat menanyakan apakah korban sudah membayarkan hutang pinjaman onlinenya,” kata AKP Kasianto, Rabu (16/9/2026).

AKP Kasianto juga menjelaskan, bagaimana korban berniat mengakhiri hidupnya dengan alat sederhana yang dimiliki.

“Korban terjerat kain kafan yang tergantung pada ventilasi ruang tengah rumah korban,” jelasnya.

AKP Kasianto menyampaikan, FYP merupakan karyawan SPPG Tulungagung sebagai tukang cuci ompreng dan pemelihara kambing.

“Korban sehari-hari memelihara kambing dan setiap pukul 13.00 WIB lanjut bekerja di SPPG tenggur sebagai tenaga cuci ompreng,” ujarnya.

FYP diketahui telah lama tinggal sendiri di rumahnya lantaran kedua orangtuanya telah berpisah.

“Korban setiap harinya tinggal sendiri karena orang tuanya sudah bercerai, ayahnya menjadi TKI di Brunei dan ibunya ikut pelatihan untuk jadi TKI di Malaysia,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan