HUT ke-69 Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Menuju “Jambi Mantap 2029
– Suasana khidmat menyelimuti Gedung DPRD Provinsi Jambi saat Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, Selasa (6/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan pidato kebudayaan sekaligus laporan capaian pembangunan daerah dengan mengusung tema “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029.”
Dalam paparannya, Gubernur Al Haris menyampaikan gambaran kondisi makro pembangunan Provinsi Jambi yang kini dihuni lebih dari 3,7 juta jiwa, dengan luas wilayah mencapai 50.160,05 kilometer persegi.
Pertumbuhan ekonomi daerah yang sempat terdampak pandemi kini telah pulih dan stabil pada angka 4,62 persen hingga akhir 2024, dengan target peningkatan di kisaran 4,80 hingga 5,40 persen pada tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 4,49 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.
Pemerataan pendapatan pun tercermin dari Gini Rasio sebesar 0,317, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 73,13. Capaian ini dinilai sebagai indikasi bahwa pembangunan berjalan inklusif.
Di sektor pendidikan dan digitalisasi, Pemerintah Provinsi Jambi berhasil membuka akses internet di 284 desa dan kelurahan yang sebelumnya berada di wilayah blank-spot.
Selain itu, bantuan pendidikan telah disalurkan kepada 20.752 siswa SMA/SMK/SLB dari keluarga kurang mampu, serta beasiswa untuk 1.272 mahasiswa mulai dari program S1 hingga S3, termasuk tujuh penerima beasiswa doktoral di luar negeri.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp128,7 miliar untuk integrasi kepesertaan Jamkesda bagi 77.965 jiwa serta subsidi PBI yang melindungi lebih dari 1,19 juta warga.
Bantuan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu juga diberikan melalui skema SKTM, dengan nilai realisasi Rp70,2 miliar bagi 8.059 pasien, disertai peningkatan fasilitas medis di rumah sakit daerah.
Melalui program “Jambi Responsif,” pemerintah menyalurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKK) sebesar Rp100 juta untuk tiap desa dan kelurahan, serta Rp50 juta bagi setiap kecamatan. Program ini dirancang untuk membantu kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas, dan anak terlantar.
Pada saat yang sama, program “Jambi Tangguh” telah merealisasikan bedah rumah sebanyak 2.256 unit, serta menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp48,6 miliar kepada 7.316 pelaku UMKM dan wirausaha muda. Dukungan terhadap sektor pertanian juga terus diperkuat melalui bantuan alat, bibit, dan ternak senilai Rp47,9 miliar.
Provinsi Jambi juga bersinergi dengan program nasional melalui implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau lebih dari 305 ribu penerima manfaat.
Di bidang pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat berasrama (boarding school) di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur turut menjadi capaian signifikan.
Produksi padi meningkat hingga 30,43 persen atau mencapai 366.540 ton GKG, didukung pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi.
Pemerintah juga terus mendorong proyek strategis seperti Tol Jambi–Rengat segmen Jaluko, Jembatan Sungai Rambut, serta pengembangan Kawasan Candi Muaro Jambi.
Berbagai capaian ini turut mengantarkan Jambi menerima sejumlah penghargaan nasional, termasuk Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, nilai SAKIP predikat B, serta indeks reformasi birokrasi kategori BB. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jambi juga tercatat stabil di angka 71,45.
Menutup laporannya, Gubernur Al Haris menyatakan target tahun 2026 termasuk penurunan angka kemiskinan hingga 6,25 persen. Ia menegaskan bahwa visi “Jambi Mantap 2029” telah diwujudkan secara bertahap melalui program nyata dan sinergi seluruh unsur pemerintahan.
Momentum HUT ke-69 Provinsi Jambi, tegasnya, menjadi titik refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Jambi sebagai provinsi yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.***

